Penulis : Redaksi

RAHA, MITRANUSANTARA.ID – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wamponiki–Katobu yang berlokasi di Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pelajar penerima manfaat.

Dapur MBG yang dikelola oleh Yayasan Insan Cendekia Sulawesi tersebut mengambil langkah strategis dengan menghadirkan chef profesional bersertifikat guna menjamin mutu gizi dan keamanan pangan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebagai bentuk komitmen tersebut, mitra SPPG menunjuk Hendri Salsa sebagai chef utama yang bertanggung jawab langsung terhadap proses pengolahan makanan.

Hendri diketahui memiliki pengalaman dan jam terbang di sejumlah restoran ternama di Indonesia.

Person In Charge (PIC) Dapur MBG Wamponiki–Katobu, Sri Irnayanti Muntu, mengatakan bahwa keberadaan chef profesional merupakan salah satu syarat utama yang ditetapkan BGN dalam penyelenggaraan program MBG.

“Chef bertugas mengontrol seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan agar tetap aman, higienis, dan bergizi,” ujar Sri, Selasa (03/2/2026).

Ia menjelaskan, chef tersebut mulai aktif bekerja sejak hari ini dan memastikan setiap menu yang disajikan telah disesuaikan dengan standar nasional BGN. Saat ini, pihak dapur juga tengah melengkapi sejumlah persyaratan, termasuk kelayakan higienis dan sertifikasi halal.

Baca Juga  Gelar Donor Darah di Jayapura, Indosat Gandeng PMI

“Untuk sertifikasi higienis dan halal masih dalam proses, namun seluruh tahapan pengolahan makanan sudah mengacu pada standar BGN,” jelasnya.

Saat ini, Dapur SPPG Wamponiki–Katobu melayani sebanyak 2.115 pelajar dari jenjang TK hingga SMA yang tersebar di 16 sekolah di wilayah Kecamatan Katobu dan sekitarnya. Kebersihan bahan pangan serta fasilitas dapur menjadi prioritas utama dalam operasional sehari-hari.

“Kebersihan dan kualitas kami utamakan karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak. Fasilitas dapur yang digunakan juga sudah modern dan sesuai standar operasional,” tegas Sri.

Dapur MBG Wamponiki–Katobu sendiri telah beroperasi selama kurang lebih dua pekan. Hal menarik dalam pelaksanaan program ini adalah proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah yang dilakukan secara unik, yakni dengan melibatkan petugas pengantar berkostum Spiderman.

“Kami sengaja menghadirkan Spiderman agar anak-anak terhibur dan nafsu makannya meningkat. Alhamdulillah, respons anak-anak sangat positif, mereka terlihat antusias, gembira, dan makan lebih lahap,” ungkapnya.

Selain fokus pada pelayanan gizi, pihak dapur juga memberi perhatian serius terhadap pengelolaan limbah. Limbah cair diolah menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem pemisahan air dan minyak untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Baca Juga  20 Cabang Olahraga di Baubau Terima Dana Pembinaan KONI

“Limbah cair kami olah melalui IPAL, sementara sampah padat diangkut setiap hari untuk dibuang ke TPA,” pungkas Sri.

Penulis : Baharuddin
Editor   : Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow