Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Polresta Kendari resmi beroperasi. Sebanyak 2.700 penerima manfaat akan dilayani SPPG tersebut, dengan sistem pengolahan dan distribusi makanan yang diklaim memenuhi standar ketat.

Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, menyebut SPPG Polresta Kendari tidak hanya berfungsi sebagai dapur umum, tetapi juga menjadi model percontohan bagi unit serupa di daerah lain.

“SPPG ini bisa menjadi contoh. Kalau nanti ada SPPG lain, kami harapkan bisa melihat standar di sini, minimal sama, syukur kalau bisa lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas fasilitas menjadi salah satu perhatian utama. Seluruh peralatan yang digunakan telah memenuhi standar keamanan pangan, termasuk penggunaan bahan stainless untuk menghindari kontaminasi.

“Peralatan sudah sesuai standar, semuanya stainless sehingga tidak mungkin berkarat dan mempengaruhi kualitas makanan,” jelasnya.

Selain itu, setiap makanan yang akan didistribusikan wajib melalui proses pengujian terlebih dahulu. Mekanisme ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima benar-benar layak konsumsi.

Baca Juga  Pemkot Kendari Kumpulkan OPD, Genjot Penyusunan Laporan Program Strategis Nasional

“Setiap makanan harus melalui food test. Kalau tidak layak, tidak boleh didistribusikan. Ini prinsip yang harus dijaga,” tegas Kapolda.

Saat ini, pengembangan SPPG di Sulawesi Tenggara terus berjalan. Dari total yang direncanakan, sebanyak 13 unit telah beroperasi, dua lainnya masih dalam tahap persiapan, termasuk satu yang akan menjangkau wilayah terpencil.

“Persiapan sudah matang, InsyaAllah yang lain segera menyusul,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Regional SPPG Sulawesi Tenggara, Maharani Puspa Ningrum, menilai keberadaan SPPG telah menciptakan dampak berlapis di masyarakat. Tidak hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada aspek ekonomi dan sosial.

“SPPG ini bukan sekadar dapur, tetapi ekosistem yang mendorong peningkatan kualitas gizi, kualitas SDM, hingga membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari 265 SPPG yang tersebar di Sulawesi Tenggara, program ini telah melibatkan sekitar 12.432 relawan. Mereka berperan dalam seluruh proses, mulai dari memasak hingga distribusi makanan.

“Para relawan bekerja berjam-jam untuk memastikan makanan diporsikan dengan baik dan sampai ke penerima manfaat,” katanya.

Baca Juga  30 SPPG Telah Beroperasi di Sulawesi Tenggara, 17 Pemda Usulkan 3 Tambahan

Dalam praktiknya, program ini juga menghadirkan dampak sosial yang terasa langsung. Maharani menyebut, banyak anak-anak penerima manfaat menunjukkan antusiasme saat menerima makanan.

“Sering kali tim kami melihat senyum anak-anak karena mereka merasa terbantu dengan adanya makanan setiap hari,” ungkapnya.

SPPG Polri sendiri disebut menjadi salah satu model yang banyak mendapat perhatian, terutama dalam hal kedisiplinan distribusi dan pengawasan kualitas makanan. Standar ini diharapkan dapat diterapkan secara luas di seluruh SPPG lainnya.

Saat ini, tercatat 11 SPPG Polri telah beroperasi di Sulawesi Tenggara dan akan bertambah menjadi 13 unit dalam waktu dekat, termasuk di wilayah Konawe Utara. Beberapa titik lain juga masih dalam tahap persiapan.

“Jadi total sudah ada 13 SPPG operasional dan dua sedang dalam proses persiapan, yaitu SPPG Polres Muna di Muna Barat, Kusambi, dan juga SPPG Polres Konawe di Morosi,” jelasnya.

Penulis: Sumarlin

Visited 2 times, 2 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow