KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – PT Vale Indonesia Tbk terus menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dan dampak ekonomi melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Dalam acara buka puasa bersama jurnalis di Kendari, Rabu (12/3/2025), Direktur Corporate Affairs PT Vale, Yusuf Suharso, memaparkan perkembangan proyek strategis ini serta dampaknya bagi tenaga kerja, UMKM, dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Yusuf mengungkapkan bahwa, PT Vale telah mendapatkan perpanjangan kontrak karya hingga 2035, yang menegaskan keberlanjutan operasional perusahaan dalam mendukung industri nikel nasional. Saat ini, PT Vale tengah didampingi konsultan dari International Accreditation Forum (IAF) dan International Finance Corporation (IFC) guna memastikan standar keberlanjutan yang dibutuhkan untuk pendanaan internasional ke depan.
“Kami berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Melalui IGP Pomalaa, kami ingin menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan industri,” ujar Yusuf.
Dampak Ekonomi: Serapan Tenaga Kerja dan Pemberdayaan Lokal
Proyek IGP Pomalaa tidak hanya berfokus pada pembangunan pabrik High-Pressure Acid Leach (HPAL), tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Menurut Yusuf, proyek ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja, UMKM, dan kontraktor lokal di Kolaka, Sulawesi Tenggara, serta di wilayah Bahodopi (Sulawesi Tengah) dan Soroako (Sulawesi Selatan).
Bahkan sebelum mencapai tahap produksi, PT Vale telah menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk meningkatkan kapasitas masyarakat setempat. Langkah ini bertujuan agar mereka siap berpartisipasi dalam industri nikel yang terus berkembang.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat sekitar proyek dapat merasakan manfaatnya sejak awal, bukan hanya setelah perusahaan mendapatkan profit,” tambahnya.
Fokus Keberlanjutan dan Lingkungan
PT Vale juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara industri dan lingkungan. Setiap tahapan proyek mengikuti standar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) guna memastikan bahwa dampak negatif terhadap lingkungan dapat diminimalkan. Sebagai bukti nyata komitmen ini, PT Vale telah meraih Proper Gold di Soroako, penghargaan tertinggi dalam pengelolaan lingkungan dari pemerintah.
Selain itu, PT Vale aktif mendorong program pertanian berkelanjutan, termasuk sistem pertanian organik untuk membantu petani lokal menghadapi masalah ketersediaan pupuk dan produksi pertanian. Program ini juga mencakup pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida alami yang lebih ramah lingkungan.
Persiapan Infrastruktur dan Rekrutmen SDM
Dalam pengembangan proyeknya, PT Vale juga menyiapkan infrastruktur penting, termasuk proses penyiapan ore untuk Kolaborasi Nikel Pomalaa (KNP) yang ditargetkan akan beroperasi pada akhir 2026. Sementara itu, Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) tengah mencari mitra strategis untuk mempercepat pembangunan pabrik baterai yang akan menjadi pusat industri hilirisasi nikel di Indonesia.
PT Vale juga mulai menyiapkan strategi rekrutmen pegawai melalui program pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi masyarakat lokal. Ini dilakukan agar mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam industri nikel dan dapat berkontribusi langsung dalam proyek besar ini.
“Kami memastikan bahwa masyarakat memiliki keterampilan yang dibutuhkan agar bisa terlibat langsung dalam industri nikel di masa depan,” tutup Yusuf.
Dengan berbagai strategi keberlanjutan yang diterapkan, PT Vale IGP Pomalaa diharapkan tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi lokal tetapi juga menjadi contoh dalam pengelolaan industri yang bertanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan.
Penulis : Sumarlin