RAHA, MITRANUSANTARA.ID – Kabupaten Muna terus menunjukkan kemajuan di sektor pertanian, khususnya budidaya jagung kuning. Program yang digagas Bupati dan Wakil Bupati Muna, Bachrun Labuta dan La Ode Asrafil Ndoasa, kini semakin diminati petani karena menjanjikan hasil panen yang tinggi serta adanya kepastian pasar.
Desa Komba-Komba, Kecamatan Kabangka, menjadi salah satu pengembangan jagung di Muna. Luas lahan tanam yang awalnya 46 hektare kini bertambah menjadi 51 hektare, menandakan meningkatnya minat masyarakat.
Bupati Muna, Bachrun Labuta, turun langsung memimpin kegiatan panen sekaligus penanaman ulang bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran Bupati dianggap sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian lokal.
“Dulu masih ada keraguan di masyarakat, tapi sekarang optimisme mulai tumbuh. Pendapatan petani meningkat berkat jagung,” ujar Bachrun, Rabu (25/3/2026).
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi, menambahkan pihaknya terus mendorong pemanfaatan lahan tidur agar produktivitas jagung semakin tinggi. Tahun ini, target perluasan lahan tanam jagung mencapai 200 hektare di seluruh wilayah Kabupaten Muna.
“Semangat masyarakat sangat tinggi. Banyak yang tertarik menanam jagung karena hasilnya terbukti menguntungkan,” kata Anwar.
Produktivitas jagung di Desa Komba-Komba cukup menggembirakan. Dari 11 kilogram benih, petani mampu menghasilkan sekitar 11 ton pipilan basah.
Ketua Kelompok Tani Tunas Baru, Nur Aena, mengatakan tambahan 5 hektare lahan tanam berasal dari meningkatnya minat petani setelah melihat hasil panen sebelumnya.
“Sekarang total luas lahan kami 51 hektare. Dari 46 hektare yang sebelumnya ditanami, 6 hektare telah dipanen dengan hasil 7,76 ton pipil kering. Semua hasil panen langsung dibeli Bulog dengan harga Rp5.500 per kilogram, total sekitar Rp46 juta,” jelas Nur Aena.
Dalam waktu sepuluh hari ke depan, panen berikutnya akan dilakukan di lahan seluas 11 hektare, sementara 17 hektare lainnya ditanami ulang untuk menjaga kesinambungan produksi jagung. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat posisi Kabupaten Muna sebagai penghasil jagung berkualitas di Sulawesi Tenggara.
Penulis: Baharuddin


