KENDARI, MITRANUSANTARA.id – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara (Kwarda Sultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang sigap dan peduli terhadap lingkungan, dengan menggelar Pelatihan Manajemen Tanggap Bencana. Kegiatan ini di agendakan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Oktober 2025, bertempat di Aula Kwarda Sultra, Kendari.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 36 peserta yang merupakan perwakilan dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sulawesi Tenggara serta unsur Andalan Kwarda. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan, dan kemampuan teknis anggota Pramuka dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Satgas Pramuka Peduli Kwarda Sultra, Aguslan, SE, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kwarda untuk memperkuat jejaring dan kemampuan Pramuka Peduli di seluruh daerah.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pemahaman tentang konsep dasar manajemen bencana, melatih kemampuan tanggap darurat seperti evakuasi, pertolongan pertama, hingga pengelolaan posko. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat kepedulian, disiplin, dan tanggung jawab sosial bagi anggota Pramuka di seluruh Sulawesi Tenggara,” ujar Aguslan.
Aguslan bilang, Pelatihan Manajemen Tanggap Bencana ini menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai bidang kebencanaan.
“Para peserta akan mendapatkan materi tentang Peran dan Fungsi Gerakan Pramuka dalam Penanggulangan Bencana, Manajemen Penanggulangan Bencana, Manajemen Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Pertolongan Pertama, serta praktik simulasi di lapangan yang dirancang menyerupai kondisi bencana nyata,” pungkas Aguslan.
Sementara itu, Ketua Kwarda Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., dalam sambutannya saat membuka kegiatan pada Rabu, 22 Oktober 2025, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Gerakan Pramuka dalam memperkuat sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi tantangan kebencanaan.
“Pelatihan Manajemen Tanggap Bencana ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah investasi sumber daya manusia bagi Kwarda Sultra. Para peserta akan dibekali dengan berbagai keterampilan praktis, mulai dari penilaian cepat kebutuhan pascabencana, teknik evakuasi, hingga manajemen logistik dan dapur umum,” ujar Asrun Lio.
Ia berharap setiap peserta dapat menjadi pionir dan agen perubahan di kwartir dan gugus depan masing-masing, serta mampu menularkan semangat kesiapsiagaan di tengah masyarakat.
“Kita ingin Pramuka Sultra hadir di garda terdepan ketika masyarakat menghadapi bencana. Dengan pelatihan ini, anggota Pramuka tidak hanya tangguh di alam, tetapi juga tangguh dalam situasi krisis kemanusiaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwarda Sultra juga menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada perwakilan anggota Pramuka Peduli atas dedikasi dan partisipasi aktif mereka dalam mendukung pelaksanaan STQH Nasional di Kota Kendari yang berlangsung pada 9 – 19 Oktober 2025 di pelataran Tugu MTQ Kendari.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Gerakan Pramuka bukan hanya wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan, tetapi juga kekuatan sosial yang siap membantu masyarakat dalam situasi darurat dan bencana. Dengan semangat “Pramuka Peduli, Siaga, dan Tangguh”, Kwarda Sultra terus memperkuat peran Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Novrizal R Topa



