Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID — Gerakan literasi di Kota Kendari terus mendapatkan ruang baru. Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Pertemuan Pembelajaran Sebaya (Peer Learning Meeting), Kamis (23/10/2025), di Aula Samaturu Balai Kota Kendari.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai komunitas literasi, akademisi, dan pengelola taman baca untuk berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis di masyarakat.

Mewakili Wali Kota Kendari, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adriana Musarudin, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat cerdas, kritis, dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa literasi tidak sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami, berpikir kritis, berinovasi, dan mengambil keputusan bijak.

“Gerakan literasi harus hidup di rumah, di sekolah, di taman baca, bahkan di ruang digital. Pemerintah Kota Kendari berkomitmen memperkuat ekosistem literasi melalui layanan perpustakaan digital, pemberdayaan taman baca masyarakat, dan kemitraan dengan perguruan tinggi serta komunitas lokal,” ungkapnya.

Adriana juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ruang berbagi pengetahuan dan kolaborasi. Ia berharap gagasan yang muncul bisa direplikasi di seluruh kelurahan dan lembaga pendidikan di Kota Kendari.

Baca Juga  Pemkot Kendari Siapkan 5 Dapur Makan Gratis Dukung Program Presiden Prabowo

“Mari jadikan Kendari sebagai kota literasi—tempat tumbuhnya generasi pembelajar yang cerdas, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Andi Dadjeng, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan strategi memperkuat gerakan literasi masyarakat di tengah tantangan era digital.

“Pelaksanaan literasi di lapangan seringkali terbentur keterbatasan sumber daya dan minimnya kolaborasi antar komunitas. Karena itu, pertemuan seperti ini menjadi wadah penting untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas jejaring,” jelasnya.

Menurutnya, peer learning meeting bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga sarana refleksi dan inovasi bagi para pegiat literasi agar mampu menjawab tantangan sosial dan ekonomi melalui kekuatan pengetahuan. Ia menambahkan, keberadaan gedung baru Perpustakaan Kota Kendari nantinya akan menjadi pusat kegiatan literasi inklusif yang mendorong pembelajaran sepanjang hayat.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber utama: Prof. Hana, Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Wilayah Sulawesi dan Papua sekaligus Guru Besar Universitas Haluoleo, serta Dr. Irianto Ibrahim, akademisi dan pemerhati literasi. Keduanya memaparkan strategi membangun ekosistem literasi dari akar rumput hingga ke tingkat kebijakan publik.

Baca Juga  1.246 P3K Kota Kendari Tandatangani Pakta Integritas Netralitas Aparatur Sipil Negara

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat jejaring antar komunitas literasi di Kota Kendari. Melalui kolaborasi, pengetahuan, dan semangat belajar tanpa batas, pemerintah yakin gerakan literasi dapat menjadi kekuatan sosial yang mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di era digital.

Penulis: Sumarlin

Visited 87 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow