KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah strategis dengan menambah penyertaan modal di Bank Sultra sebagai upaya memperkuat keuangan daerah sekaligus mendorong peningkatan pelayanan publik. Kebijakan ini disampaikan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dalam penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Pemkot Kendari dan Bank Sultra, Kamis (2/4/2026).
Dalam keterangannya, wali kota mengungkapkan rencana penambahan modal yang cukup signifikan akan dilakukan pada perubahan APBD tahun 2026. Dari sebelumnya sekitar Rp25 miliar, Pemkot Kendari menyiapkan tambahan dengan nilai yang sama untuk memperkuat posisi sebagai pemegang saham di bank daerah tersebut.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Selain untuk memperkuat peran bank daerah, investasi tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui dividen yang diterima setiap tahun. Pada 2025, Pemkot Kendari tercatat menerima dividen lebih dari Rp10 miliar dari Bank Sultra.
“Ini bukan sekadar menaruh uang, tetapi bagaimana uang daerah bisa bekerja dan kembali memberikan manfaat. Daripada digunakan untuk hal yang tidak produktif, lebih baik kita investasikan di tempat yang jelas memberikan hasil,” ujar Siska.
Selain penambahan modal, Pemkot Kendari juga mendorong optimalisasi pemanfaatan layanan perbankan daerah dalam pengelolaan keuangan. Salah satunya melalui kebijakan penggunaan rekening Bank Sultra sebagai rekening utama bagi pelaku usaha, khususnya UMKM yang terintegrasi dengan sistem pajak daerah.
Langkah ini diperkuat dengan rencana pemasangan alat perekam transaksi yang terhubung langsung dengan sistem pembayaran digital, guna meningkatkan transparansi dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan.
Wali Kota Kendari menegaskan, kolaborasi ini harus menghasilkan dampak nyata, baik dalam peningkatan PAD, penguatan UMKM, hingga pengembangan sektor ekonomi lainnya. Ia juga membuka peluang dukungan Bank Sultra dalam pembiayaan berbagai program strategis, termasuk event internasional dan pengelolaan ekonomi sirkular seperti bank sampah.
“Kalau kita kelola dengan baik, semua akan kembali ke daerah. Ini tentang bagaimana kita membangun sistem yang saling menguatkan,” tutupnya.
Melalui langkah ini, Pemkot Kendari optimistis mampu memperkuat fondasi fiskal daerah sekaligus menghadirkan layanan publik yang lebih modern, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di sisi lain, Bank Sultra juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga kontribusi sosial. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan nilai Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk dukungan nyata kepada pemerintah daerah.
“Tahun ini kami berkomitmen meningkatkan nilai CSR dari sebelumnya. Kami melihat perkembangan Kota Kendari sangat pesat, sehingga perlu didukung secara maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini mencakup pengembangan layanan teknologi keuangan, digitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi, hingga penguatan sistem transaksi berbasis QRIS untuk mendukung kemudahan layanan bagi masyarakat.
Dengan sinergi tersebut, Bank Sultra diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan keuangan daerah, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
Penulis: Sumarlin


