KENDARI – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di pelataran Balai Kota Kendari, Selasa (10/3/2026), menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Dalam kegiatan ini, Bank Sultra memberikan subsidi untuk komoditas beras sehingga harga jualnya lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari, Abd Rauf, mengatakan kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, khususnya menjelang momentum Idul Fitri.
Menurutnya, kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak 32 kali di berbagai lokasi di Kota Kendari dan didukung oleh jaringan kios pangan yang tersebar di 152 titik serta melibatkan 26 mitra penyedia bahan pangan.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Abd Rauf.
Salah satu komoditas utama yang mendapat subsidi dalam kegiatan tersebut adalah beras. Bank Sultra memberikan subsidi terhadap 1.667 paket beras dengan kemasan 5 kilogram.
“Untuk beras disubsidi oleh Bank Sultra sekitar 1.667 pack. Satu pack berisi 5 kilogram dan setiap pack mendapat subsidi Rp3.000,” jelas Abd Rauf.

Selain beras, beberapa komoditas lain juga mendapatkan subsidi dari sejumlah pihak. Untuk telur, misalnya, bantuan subsidi diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebanyak 1.000 rak dengan nilai subsidi Rp5.000 per rak.
Sementara itu, komoditas minyak goreng juga mendapat subsidi sebesar Rp700 untuk 1.000 kemasan. Sedangkan gula pasir yang sebelumnya dijual seharga Rp17.500 per kilogram disubsidi Rp2.500 sehingga masyarakat dapat membelinya dengan harga Rp15.000.
“Komoditas yang tersedia cukup lengkap. Selain kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur, ada juga daging olahan serta berbagai bahan pangan lainnya,” katanya.
Abd Rauf menjelaskan, secara umum harga pangan di Kota Kendari masih relatif stabil. Namun, untuk komoditas telur saat ini mengalami kenaikan karena tingginya permintaan di pasaran.
“Mengapa telur tinggi? Karena memang sekarang permintaan cukup tinggi sehingga harganya ikut naik. Tapi untuk komoditas lain di Kota Kendari relatif stabil,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mendapat pemantauan dari Direktorat Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, melalui Sarastuti yang memastikan ketersediaan stok serta harga pangan yang dijual kepada masyarakat tetap terjangkau.
Dari hasil pemantauan di lokasi, harga sejumlah komoditas memang lebih murah dibandingkan harga pasar. Beras dijual sekitar Rp55 ribu per kemasan 5 kilogram, sementara telur dijual sekitar Rp57 ribu per rak.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Banyak warga memanfaatkan kegiatan ini untuk membeli kebutuhan dapur dengan harga lebih hemat.
Salah satunya Ema, seorang aparatur sipil negara yang bekerja di sekitar Balai Kota Kendari. Ia mengaku terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah karena tidak perlu pergi ke pasar untuk membeli bahan pangan.
“Dekat dari kantor jadi tidak perlu ke pasar. Harganya juga lebih murah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ema membeli beberapa bahan kebutuhan dapur seperti cabai keriting dan bawang merah. Ia mendapatkan cabai keriting seharga Rp12 ribu untuk setengah kilogram serta bawang merah Rp20 ribu untuk setengah kilogram.
Pemerintah Kota Kendari berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.
Penulis: Sumarlin


