KENDARI, MITRANUSANTARA.ID — Antusiasme warga terhadap investasi emas melalui aplikasi Tring Pegadaian terlihat nyata dalam penutupan festival yang digelar di Kendari, Sabtu (31/1/2026). Dalam dua hari pelaksanaan kegiatan, tercatat sekitar 500 pengguna baru mengunduh aplikasi tersebut, menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas yang dinilai aman dan mudah diakses.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Kendari, Riolan Manik, menyebut suasana penutupan festival berlangsung meriah dan direspons positif oleh pengunjung. Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memperkuat literasi masyarakat mengenai cara berinvestasi emas secara praktis melalui aplikasi digital.
“Saya lihat masyarakat cukup antusias. Mudah-mudahan apa yang kami selenggarakan bisa diterima dengan baik. Target kami memang bagaimana masyarakat mulai mengenal, mencoba, dan menggunakan aplikasi Tring untuk investasi emas,” ujar Riolan.

Ia mengungkapkan, selama dua hari kegiatan berlangsung, fokus utama Pegadaian adalah mendorong masyarakat untuk mengunduh aplikasi. Hasilnya, sekitar 500 orang tercatat sebagai pengguna baru hanya dari lokasi kegiatan tersebut.
Tak hanya jumlah pengguna, capaian investasi emas juga menunjukkan tren yang signifikan. Riolan menjelaskan, pada awal kegiatan tercatat investasi emas masyarakat berada di angka 22 kilogram. Namun hingga penutupan, akumulasi investasi emas selama Januari telah mencapai 28 kilogram.
“Kemarin itu peningkatannya sangat cepat, bahkan satu hari bisa sampai 6 kilogram. Sampai hari ini selama Januari, sudah 28 kilogram emas yang diinvestasikan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Riolan, capaian tersebut menunjukkan bahwa literasi investasi emas di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara mulai tumbuh. Pegadaian melihat bahwa emas masih menjadi instrumen yang dipercaya karena sifatnya yang aman, likuid, dan dapat dijangkau oleh semua kalangan.
Ia menegaskan, investasi emas melalui aplikasi Tring memungkinkan masyarakat memulai dari nominal kecil tanpa harus membeli emas dalam jumlah besar. Hal ini dinilai memudahkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, untuk mulai menabung dalam bentuk emas secara bertahap.
“Siapa saja bisa berinvestasi. Tidak harus dari nominal besar. Inilah yang ingin kami dorong melalui literasi ini, bahwa emas itu bisa dijangkau semua lapisan masyarakat,” katanya.
Festival Tring Pegadaian di Kendari menjadi salah satu strategi pendekatan langsung kepada masyarakat agar lebih memahami cara kerja investasi emas digital. Selain edukasi, pendekatan yang santai dan interaktif selama kegiatan membuat warga lebih mudah menerima informasi yang diberikan.
Pegadaian berharap, setelah kegiatan ini, penggunaan aplikasi Tring tidak berhenti hanya pada saat festival, tetapi terus digunakan masyarakat sebagai bagian dari kebiasaan menabung dan berinvestasi jangka panjang melalui emas.
Penulis: Sumarlin



