KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Halaman Balai Kota Kendari dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam Gerakan Pangan Murah (GPM), jelang Ramadan 1447 Hijriah. Antusiasme terlihat sejak pagi, terutama di stan beras SPHP yang dijual Rp50 ribu per 5 kilogram dengan batas pembelian 10 kilogram per orang. Dinas Ketapang menyediakan 2,5 ton setiap hari.
Kegiatan ini dipimpin Asisten I Setda Kota Kendari Adriana Musarudin mewakili Wali Kota, melibatkan BUMN, BUMD, distributor, pelaku usaha, serta dukungan sektor swasta. GPM digelar sebagai langkah konkret menjaga pasokan dan menahan laju kenaikan harga saat permintaan pangan meningkat menjelang Ramadan.
“Gerakan Pangan Murah adalah wujud kehadiran pemerintah memastikan ketersediaan pangan, harga terjangkau, dan distribusi lancar, agar masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang,” ujar Adriana, Senin (9/2/2026).
Ia menyebut, pada 2025 Pemkot Kendari telah melaksanakan 120 kali GPM. Tahun 2026, target ditingkatkan menjadi 150 kali, dan hingga Januari sudah 20 kali digelar di berbagai kelurahan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abd Rauf menegaskan, intensitas GPM di awal tahun berjalan tanpa APBD, berkat kolaborasi banyak pihak seperti Kadin Sultra, Kadin Kendari, Bank Indonesia, Baznas, PT Sosro, PT Kalbe, hingga TNI melalui TMMD.
“Kalau pangan murah sering hadir di sudut kota, tekanan harga di pasar bisa terkendali. Masyarakat tidak harus berbondong-bondong ke pasar karena kebutuhan pokok sudah tersedia di dekat mereka,” jelas Abd Rauf.
Menurutnya, GPM terbuka untuk semua warga tanpa membedakan latar belakang. Tujuannya menstabilkan harga secara menyeluruh. “Kalau pangannya hadir, energinya pasti bangkit. Ini soal kebutuhan dasar,” tegasnya.
Sebanyak 22 distributor dan sekitar 20 UMKM pangan terlibat. Selain beras, dijual bawang merah Rp35–40 ribu per kilogram, bawang putih Rp40 ribu, dan telur Rp56 ribu per rak. Dalam kesempatan itu, juga disalurkan bantuan Rp400 ribu kepada 100 kepala keluarga miskin. Rencananya GPM akan berlangsung 9-13 Februari 2026.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan stan pangan dan produk UMKM. Pemkot memastikan GPM akan terus digelar di berbagai titik sebagai strategi pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan warga menjelang Ramadan.
Penulis: Sumarlin



