KONAWE SELATAN, MITRANUSANTARA.ID – Inovasi teknologi perikanan terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah, yang digagas oleh Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Minggu (19/10/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Nelayan dan Pengolah Ikan Berbasis Smart Digital Fishery, Menuju Sentra Ketahanan Pangan Ikan Desa Torobulu” ini merupakan program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua tim pelaksana, Dr. Fajriah, S.Pi., M.Si dari Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan FPIK UMK, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali nelayan dan pengolah ikan dengan teknologi modern yang mudah diterapkan di lapangan.
“Melalui penerapan teknologi Underwater Fish Lamp Plus atau UFL+ dan penggunaan ice gel sebagai sistem pendinginan alternatif, diharapkan kualitas hasil tangkapan ikan dapat lebih terjaga, dan daya simpan ikan meningkat,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber dari lintas disiplin ilmu.
Dr. Muhammad Nur, S.P., M.Si (Prodi Agribisnis FP UMK) memaparkan penerapan Sistem Digital Agribisnis (SIDIA) untuk memperkuat rantai pasok usaha perikanan berbasis data.
Mochammad Assiddieq, S.T., M.Si (Prodi Teknik Lingkungan FT UMK) menekankan pentingnya manajemen lingkungan pesisir yang bersih dan sehat.
Sementara Muhammad Sainal Abidin, S.Si., M.Si (Prodi D-III Teknik Elektro Medis FST Universitas Mandala Waluya) memberikan pelatihan instalasi dan desain teknologi Underwater Fish Lamp Plus (UFL+).

Kegiatan yang berlangsung hingga Desember 2025 ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknologi, tetapi juga mendorong inovasi produk olahan hasil laut. Tahap berikutnya akan dilakukan pelatihan pengolahan ikan asap cair dan diversifikasi produk seperti nugget ikan, yang diharapkan mampu menambah nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.
“Harapan kami, mitra nelayan dan pengolah ikan dapat terus mengembangkan usaha mereka dengan memanfaatkan IPTEK dan inovasi yang telah diberikan. Desa Torobulu berpotensi menjadi sentra ketahanan pangan ikan di Konawe Selatan,” ujar Dr. Fajriah.
Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan program ini, yang menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesisir berbasis teknologi dan keberlanjutan lingkungan.
Penulis: Sumarlin



