Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura se-Sulawesi Tenggara menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IV secara serentak, Kamis (5/2/2026). Forum ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum konsolidasi besar untuk menata standar kepemimpinan partai hingga ke akar rumput, sekaligus mengunci target menjadikan Sultra sebagai lumbung suara Hanura pada 2029 dan 2031.

Kegiatan dihadiri 14 DPC, sementara Kolaka Utara, Konawe, dan Bombana dijadwalkan menyusul. Hadir Koordinator Wilayah 9 Hanura Adeni Muhan Daeng Pabali dan Ketua DPD Hanura Sultra Fajar Ishak yang menyampaikan arahan strategis bagi para calon Ketua DPC.

Adeni menegaskan perubahan Hanura di Sultra bukan pada simbol, melainkan pada keseragaman visi-misi dari pusat hingga daerah.

“Hanura Sultra ini sudah berubah. Bukan karena bajunya atau benderanya, tapi seluruh kader dari pusat sampai bawah punya visi yang sama,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kualitas Ketua DPC sebagai “lokomotif” partai di daerah. Menurutnya, pemilihan melalui fit and proper test yang diterapkan DPD Hanura Sultra merupakan terobosan yang patut diapresiasi pusat.

Baca Juga  Berkunjung ke Kabupaten Muna, Tina Nur Alam Disambut Ribuan Warga

“Tidak serta-merta karena kedekatan. Kita lihat latar belakang, pengalaman, dan kapasitasnya. Karena dia ini lokomotif yang akan menarik gerbong besar,” katanya.

Adeni juga mengingatkan tanggung jawab Ketua DPC tidak ringan. Ia mengibaratkan posisi tersebut setara “Kapolres” dalam struktur daerah.

“Ketua DPC itu harus punya kewibawaan, bisa berdiri sejajar saat berbicara dengan kepala daerah, Dandim, atau Kapolres. Bukan kaleng-kaleng,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar Ketua DPC terpilih tidak larut dalam euforia, tetapi segera menyusun formatur, memperkuat PAC hingga anak ranting, dan bersiap menghadapi verifikasi faktual 2027.

“Tidak boleh lagi fiktif. Sekarang dicek. Kalau ketahuan, ada konsekuensi hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sultra Fajar Ishak menyebut Muscab serentak ini sebagai titik start menuju kemenangan. Ia optimistis Sultra bisa menjadi lumbung suara Hanura karena partai ini tumbuh dari simpati rakyat, bukan kekuatan elit.

“Hanura bukan partai kecil. Hanura itu ‘hanya nurut rakyat’. Tidak ada anggota DPRD Hanura yang anak bupati atau anak gubernur. Tapi kita bisa menciptakan kursi karena melekat di hati masyarakat,” ucap Fajar.

Baca Juga  DPD Gerindra Sulawesi Tenggara Ganti Tiga Ketua DPC

Fajar memaparkan pengalamannya terpilih sebagai anggota dewan dengan biaya minim sebagai bukti bahwa strategi dan kedekatan dengan masyarakat lebih menentukan daripada kekuatan modal.

“Kalau uang pas-pasan saja kita bisa dapat kursi, apalagi kalau punya uang. Tinggal pilih, mau menang atau mau tampil mentereng sebelum menang,” katanya.

Ia menargetkan setiap dapil di Sultra minimal memiliki satu kursi Hanura, baik di DPRD kabupaten/kota maupun provinsi. Bahkan, Fajar menegaskan evaluasi keras bagi Ketua DPC ke depan. “Kalau sampai 2031 masih ada Ketua DPC yang tidak jadi anggota DPRD, tidak usah lagi jadi Ketua DPC,” tegasnya.

Menurutnya, fit and proper test bukan untuk meragukan senioritas kader, melainkan memicu semangat dan menjadi ruang berbagi strategi agar kemenangan bisa diraih bersama.

Muscab IV ini menandai konsolidasi serius Hanura Sultra dalam menata kualitas kepemimpinan, memperkuat struktur hingga bawah, dan menyatukan langkah menuju target besar partai di masa mendatang.

Penulis: Sumarlin

Visited 35 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow