Penulis : Redaksi

Jangan biarkan kebersamaan hanya menjadi rutinitas tanpa makna.

Oleh: Novrizal R Topa
(Anggota Persatuan Wartawan Indonesia, Sulawesi Tenggara)


MITRANUSANTARA.ID – Ada yang selalu berbeda ketika Idul Fitri tiba. Udara terasa lebih hangat, waktu berjalan seolah melambat, dimana hati, entah bagaimana, menjadi lebih peka. Setelah sebulan penuh menjalani perjalanan menahan diri, melawan ego, dan memperbaiki hati, kita sampai pada satu titik yang disebut kemenangan. Namun sejatinya, kemenangan itu bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang bagaimana kita kembali menemukan makna, terutama makna kebersamaan.

Di pagi hari Idul Fitri, takbir berkumandang, menggetarkan jiwa. Ia bukan sekadar lantunan pujian, melainkan panggilan untuk kembali merendahkan diri, mengingat bahwa manusia selalu membutuhkan sesama. Dalam momen itulah, kebersamaan menjadi begitu nyata. Kita melihat keluarga berkumpul, saling bermaafan, saling menggenggam tangan dengan harapan tak ada lagi jarak di antara hati.

Kebersamaan di hari raya bukan hanya tentang duduk bersama di ruang yang sama. Ia adalah tentang hadir sepenuhnya. Tentang menatap mata satu sama lain dengan tulus, mendengarkan tanpa tergesa, dan memaafkan tanpa syarat. Meja makan yang dipenuhi hidangan khas bukan sekadar simbol kemakmuran, tetapi saksi dari cerita-cerita yang kembali hidup, yang seakan bercerita tentang masa kecil, tentang perjuangan, tentang rindu yang akhirnya terbayar.

Baca Juga  Kritik Berita "Anak Kandung Prabowo", Novrizal R Topa: Tidak Memenuhi Prinsip Jurnalistik

Namun di balik kehangatan itu, Idul Fitri juga menyimpan sisi yang sunyi. Tidak semua orang dapat merayakan hari ini dengan keluarga yang utuh. Ada mereka yang berada jauh di perantauan, menatap layar ponsel dengan senyum yang ditahan, mencoba kuat meski hati ingin pulang. Ada yang terikat oleh pekerjaan, oleh tanggung jawab, oleh keadaan yang tak memberi pilihan. Dan ada pula yang kehilangan, yang hanya bisa mengirimkan doa untuk mereka yang telah tiada.

Bagi mereka, Idul Fitri bukan sekadar hari bahagia. Ia adalah ruang rindu yang luas. Rindu pada suara ibu yang membangunkan sahur, rindu pada canda ayah di ruang keluarga, rindu pada kebersamaan sederhana yang dulu mungkin terasa biasa, tetapi kini begitu berharga.

Dalam kesunyian itu, mereka belajar bahwa kebersamaan tidak selalu harus berwujud fisik. Ia bisa hadir dalam doa yang dipanjatkan dengan penuh harap, dalam pesan singkat yang sarat makna, atau dalam kenangan yang terus hidup dan menguatkan. Mereka yang jauh justru sering kali lebih memahami arti pulang, bukan sekadar kembali ke rumah, tetapi kembali ke rasa, ke akar, ke cinta yang tak pernah benar-benar hilang.

Baca Juga  Wamenkum: RUU Perampasan Aset Perlu Kajian Mendalam

Idul Fitri mengajarkan kita untuk tidak menunda kebersamaan. Karena waktu tidak selalu memberi kesempatan kedua. Pelukan hari ini bisa jadi adalah yang paling berarti. Percakapan sederhana bisa menjadi kenangan yang kelak dirindukan. Dan kehadiran yang kita anggap biasa, bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga ketika ia tak lagi ada.

Maka, bagi yang hari ini dapat berkumpul, nikmatilah setiap detiknya. Dengarkan lebih dalam, rasakan lebih hangat, dan hargai setiap momen yang tercipta. Jangan biarkan kebersamaan hanya menjadi rutinitas tanpa makna.

Dan bagi yang belum sempat bersama keluarga, jangan merasa sendiri. Rindu yang kamu rasakan adalah bukti bahwa cinta itu masih ada, masih kuat, dan masih hidup. Setiap doa yang kamu kirimkan akan menemukan jalannya. Setiap langkah yang kamu tempuh hari ini, suatu saat akan membawamu kembali pulang, pada pelukan yang kamu rindukan.

Karena sejatinya, Idul Fitri bukan hanya tentang siapa yang hadir di samping kita, tetapi tentang siapa yang tetap tinggal di dalam hati kita.

Baca Juga  30 SPPG Telah Beroperasi di Sulawesi Tenggara, 17 Pemda Usulkan 3 Tambahan

Selamat Hari Raya Idul Fitri.
Mohon maaf lahir dan batin.

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow