KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV tahun 2026 akan dipusatkan di Kota Kendari. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rakerprov KONI Sulawesi Tenggara. Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian survei, pertimbangan teknis, serta evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan daerah dan kondisi keuangan pemerintah daerah.
Ketua Umum KONI Sulawesi Tenggara, Andi Ady Aksar, mengungkapkan bahwa penetapan lokasi Porprov kali ini tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Selama tiga bulan terakhir, KONI telah turun langsung melakukan peninjauan ke sejumlah daerah calon tuan rumah guna memastikan pelaksanaan ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi itu dapat berjalan maksimal.
Menurutnya, perhatian Gubernur Sulawesi Tenggara terhadap dunia olahraga, khususnya penyelenggaraan Porprov, menjadi dorongan kuat bagi KONI untuk mengambil keputusan yang paling rasional dan berdampak luas. Ia menilai, Gubernur menunjukkan komitmen nyata dengan menyempatkan diri meninjau langsung kesiapan calon tuan rumah di tengah padatnya agenda pemerintahan.
“Beliau sangat antusias terhadap olahraga. Bahkan selesai upacara, masih menyempatkan diri turun langsung melihat kesiapan daerah calon tuan rumah. Ini menjadi semangat bagi kami di KONI,” ujarnya.
Andi Ady Aksar menegaskan, sejak awal KONI tidak pernah menutup peluang Kabupaten Bombana sebagai tuan rumah, sebagaimana hasil Musyawarah Nasional sebelumnya. Namun, dinamika yang terjadi belakangan, terutama kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku hampir di seluruh daerah di Indonesia, menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan secara objektif.
Ia menekankan bahwa pertimbangan tersebut bukan berarti menilai Bombana tidak mampu. Bahkan, KONI melihat adanya progres pembangunan yang cukup signifikan di daerah tersebut. Namun, keterbatasan waktu dan kebutuhan efisiensi mendorong perlunya opsi alternatif yang lebih realistis.
“Kami tidak pernah mengatakan Bombana tidak bisa. Sangat bisa. Tapi kondisi efisiensi anggaran dan waktu membuat kami harus menghitung ulang agar Porprov 2026 ini bisa mendekati sempurna,” jelasnya.
Dalam berbagai simulasi yang dilakukan, Kota Kendari dinilai paling memungkinkan dari sisi efisiensi biaya, ketersediaan venue, akses transportasi, hingga kesiapan sumber daya pendukung. Andi Ady Aksar bahkan mencontohkan hal sederhana, seperti penghematan biaya akomodasi, yang secara akumulatif dapat mengalihkan anggaran ke kebutuhan lain yang lebih prioritas.
“Dengan segala pertimbangan matang, saya memutuskan Porprov tahun 2026 dilaksanakan di Kota Kendari,” tegasnya di hadapan peserta rapat.
Ia menambahkan, tujuan utama KONI dan pemerintah daerah adalah menghadirkan Porprov yang berkualitas, minim keluhan, dan tidak meninggalkan persoalan setelah pelaksanaan selesai. Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga etalase pembinaan olahraga Sulawesi Tenggara.
Sebagai tindak lanjut keputusan tersebut, KONI Sultra segera membentuk tim ad-hoc yang bertugas membahas aspek teknis penyelenggaraan Porprov 2026. Tim ini akan fokus pada perencanaan venue, jadwal pertandingan, kebutuhan anggaran, hingga koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan cabang olahraga.
Dengan langkah tersebut, KONI Sultra menargetkan Porprov XV 2026 dapat menjadi ajang yang tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di level nasional.
Penulis: Sumarlin



