KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menargetkan predikat Kota Layak Anak kategori utama pada penilaian KLA tahun 2026.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Pra Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Rabu (11/2/2026). Rapat ini menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi lintas perangkat daerah untuk mengejar target predikat KLA kategori Utama.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menegaskan bahwa tanggung jawab mewujudkan Kota Layak Anak bukan hanya berada di pundak DP3A, melainkan seluruh OPD, Forkopimda, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan. Ia meminta agar setiap kantor pelayanan publik menyediakan fasilitas ramah anak, termasuk ruang bermain dan ruang konsultasi.
“Di setiap OPD harus ada fasilitas untuk anak. Bukan hanya ruangannya, tapi juga tenaga teknis untuk konsultasi, terutama terkait kasus kekerasan perempuan dan anak. Ini bagian penting dari penilaian KLA,” tegasnya.
Sudirman memaparkan perjalanan capaian KLA Kota Kendari sejak 2012 yang pernah berada di kategori Nindya pada 2021–2023, namun kembali turun ke Madya pada 2024. Tahun 2025 belum memperoleh hasil, sehingga 2026 ditargetkan menjadi titik balik untuk meraih predikat Utama yang belum pernah dicapai.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) KLA menjadi Perda, karena menjadi salah satu indikator utama penilaian.
“Naskah akademik sudah ada, tinggal kita dorong penetapannya. Ini harus jadi atensi bersama,” ujarnya.
Dalam pemaparan evaluasi, terungkap capaian poin Kendari masih rendah di sejumlah klaster. Dari kebutuhan poin, Klaster Perlindungan Khusus membutuhkan 205 poin, namun capaian keseluruhan tertinggi baru berada di angka 91 pada Klaster Pendidikan. Jika tidak dibenahi, posisi Kendari berpotensi turun dari kategori penilaian.
Sudirman menyoroti pentingnya kerja nyata di lapangan, terutama pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dinilai masih tinggi. Menurutnya, administrasi yang baik tidak cukup tanpa implementasi di masyarakat.
Rapat turut diisi dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan mendukung KLA 2026. Pemerintah berharap sinergi lintas sektor ini mampu mendorong Kendari menjadi kota yang tidak hanya layak huni, tetapi benar-benar layak bagi tumbuh kembang anak.
Penulis: Sumarlin



