KENDARI, MITRANUSANTARA.id – Jambore Daerah (Jamda) Pramuka Sulawesi Tenggara ke-X tahun 2025 dipastikan akan menjadi momentum besar dalam memperkuat karakter, semangat, dan keterampilan generasi muda Pramuka. Kegiatan yang mengusung tema “Gembira, Berdaya, Berbudaya” ini dirancang menyeluruh dengan pendekatan yang menyeimbangkan aspek spiritual, intelektual, hingga fisik peserta.
Berdasarkan dokumen resmi kegiatan, arah pelaksanaan Jamda Sultra X 2025 yang akan berlangsung di Kendari pada tanggal 11 hingga 16 November 2025 ini, difokuskan pada pengembangan sumber daya Pramuka melalui enam ranah utama: spiritual, karakter, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Setiap ranah tersebut menjadi landasan pembentukan pribadi Pramuka yang beriman, cerdas, berdaya saing, serta mampu menjadi teladan di masyarakat.
Kegiatan Bernilai Edukatif, Kreatif, dan Kompetitif
Sifat kegiatan pada Jamda kali ini tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif dan produktif. Setiap agenda dirancang agar peserta mendapatkan pengalaman belajar langsung melalui praktik dan interaksi sosial.
Pendekatan kegiatan dikembangkan melalui enam aspek utama, yakni edukatif, kreatif, rekreatif, produktif, inovatif, dan kompetitif. Tujuannya agar peserta tidak hanya menikmati suasana perkemahan, tetapi juga memperoleh keterampilan baru dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta kerja sama tim.
Metode kegiatan juga berlandaskan pada prinsip dasar kepramukaan, menggunakan sistem among dalam bentuk permainan, diskusi, demonstrasi, kompetisi, dan simulasi. Dengan cara ini, seluruh aktivitas di lapangan tetap mengedepankan nilai pendidikan karakter khas Gerakan Pramuka.
Rotasi Kegiatan yang Dinamis dan Terstruktur
Pelaksanaan kegiatan Jamda Sultra X 2025 dirancang dengan sistem rotasi pergerakan peserta yang telah diatur dalam petunjuk teknis. Sistem ini memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang adil untuk mengikuti setiap item kegiatan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan musyawarah regu untuk menentukan anggota yang akan mengikuti setiap item kegiatan. Setelah itu, peserta akan berkumpul di titik kumpul, sebelum bergerak menuju lokasi kegiatan dan mengikuti kegiatan sesuai jadwal rotasi.
Setelah menyelesaikan kegiatan, setiap peserta akan mendapatkan stempel kegiatan sebagai bukti partisipasi, sebelum akhirnya kembali ke perkemahan untuk bersiap mengikuti kegiatan selanjutnya.
Sistem rotasi ini mencerminkan kedisiplinan, kerja sama tim, serta keteraturan yang menjadi ciri khas Pramuka. Selain itu, mekanisme ini juga dirancang agar seluruh kegiatan berjalan efisien, tertib, dan penuh nilai edukatif.
Beragam Jenis Kegiatan untuk Semua Ranah Pembinaan
Jamda Sultra X 2025 menghadirkan berbagai jenis kegiatan yang terbagi dalam beberapa kategori besar, di antaranya:
- Kegiatan Umum (G.U) – meliputi upacara, apel, dan kegiatan pembinaan umum Pramuka.
- Giat Persaudaraan (G.P) – mempererat solidaritas antar peserta dari berbagai daerah.
- Giat Keterampilan Kepramukaan (K.K.K) – mengasah kemampuan dasar kepramukaan melalui berbagai lomba dan simulasi.
- Giat Manajerial (K.M) – meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan pengelolaan regu.
- Giat Keterampilan Hidup (K.H) – melatih kemampuan bertahan dan beradaptasi di alam terbuka.
- Giat Wahana dan Wisata (W.W) – memberikan pengalaman rekreatif dan edukatif di luar perkemahan.
- Giat Khusus (G.K) – menghadirkan tantangan dan aktivitas yang menumbuhkan karakter unggul peserta.
Semua kegiatan tersebut diarahkan agar setiap Pramuka peserta Jamda dapat “gembira dalam berkegiatan, berdaya dalam berkarya, dan berbudaya dalam bersikap.”
Ketua Panitia Jamda Sultra X 2025, Abdul Qadir, S.P, kepada mitranusantara.id mengatakan bahwa konsep kegiatan kali ini disusun dengan matang agar seluruh peserta memperoleh pengalaman bermakna.
Qadir bilang, dengan sistem kegiatan yang terarah dan berbasis pembinaan karakter, Jamda Pramuka Sultra X 2025 diharapkan menjadi ajang pembentukan generasi muda Pramuka yang tangguh, disiplin, dan berjiwa pemimpin, sekaligus menjadi simbol kebersamaan Pramuka se-Sulawesi Tenggara.
“Kami ingin setiap peserta tidak sekadar datang untuk berkemah, tetapi benar-benar tumbuh dari setiap kegiatan yang diikutinya. Rotasi kegiatan kami rancang agar semua peserta mendapat kesempatan yang sama untuk belajar, berinteraksi, dan berkompetisi secara sehat,” ujarnya. Senin (3/11/2025)



