KENDARI, MITRANUSANTARA. ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya menjadikan daerah ini sebagai model nasional dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) agar masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Komitmen itu disampaikan Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, saat Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sultra 2025 yang resmi dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, di Kendari, Rabu (27/8/2025).
Menurut Anton, program MBG bukan hanya mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membuka peluang investasi yang besar. “Potensi investasi program ini mencapai Rp646 miliar dan mampu menciptakan lebih dari 16 ribu lapangan kerja baru di Sultra,” ujarnya.
Selain MBG, Kadin Sultra juga menyoroti pemanfaatan Asbuton yang hingga kini belum optimal meski cadangannya mencapai 660 juta ton dan merupakan yang terbesar di dunia. Jika Asbuton dimanfaatkan sebagai bahan baku infrastruktur nasional, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor aspal hingga 76%.
“Kami mendorong agar industri Asbuton ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Dengan begitu, Sultra bisa menjadi pusat industri aspal dalam negeri sekaligus tulang punggung pembangunan infrastruktur nasional,” tegas Anton.
Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Kadin. Menurutnya, investasi di Sultra masih menghadapi tantangan birokrasi yang perlu segera dibenahi.
“Pintunya memang satu, tapi kursinya banyak. Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, ini yang harus kita ubah. Investor butuh kepastian, bukan hambatan,” ujar Gubernur.
Dukungan juga datang dari Mendagri Tito Karnavian yang mengingatkan pentingnya peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Negara ini bisa maju bukan karena APBN, tapi karena perputaran uang dari dunia usaha. Maka hidupkanlah swasta,” pesan Tito.
Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha, Kadin Sultra optimis Sulawesi Tenggara akan menjadi model nasional MBG sekaligus motor penggerak industri Asbuton. Langkah ini diyakini akan memperkuat kemandirian bangsa serta memberi manfaat luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Penulis: Sumarlin