Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Menjelang pelaksanaan forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026, Pemerintah Kota Kendari mulai bergerak melakukan pembenahan di sejumlah titik strategis kota. Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, bersama Wakil Wali Kota Sudirman dan Sekretaris Daerah Amir Hasan, turun langsung meninjau lokasi-lokasi yang akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan internasional tersebut.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, kebersihan, serta penataan kawasan yang akan disorot delegasi dari berbagai negara pada 7–9 Mei 2026 mendatang. Namun, langkah ini sekaligus membuka fakta bahwa masih banyak sudut kota yang selama ini luput dari sentuhan pembenahan serius.

Wali Kota Kendari mengakui bahwa sejumlah kawasan yang kini menjadi perhatian memang sebelumnya kurang tertata. Menurutnya, momentum UCLG ASPAC harus dijadikan titik balik untuk membenahi wajah kota secara menyeluruh, bukan sekadar bersolek sementara.

“Kota yang mungkin dulu-dulu tidak pernah tersentuh, sekarang kita perbaiki ulang agar tata kota kita cantik. Di sekitar sini juga akan kita tertibkan, termasuk pedagang yang berjualan di bibir aspal. Semua harus sesuai aturan, tapi tentu diawali dengan penyampaian dan komunikasi kepada masyarakat,” ujar Siska Karina Imran, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga  Warga Keluhkan Jalan Rusak di Anduonohu yang Tak Kunjung Diperbaiki

Penertiban pedagang kaki lima dan penataan ruang publik dinilai menjadi pekerjaan rumah yang selama ini kerap tertunda. Padahal, persoalan tersebut bukan hal baru dan kerap dikeluhkan masyarakat, terutama di kawasan pusat keramaian.

Saat ditanya apakah upaya kebersihan dan penataan kota hanya bersifat temporer demi agenda internasional, Wali Kota menegaskan hal itu akan dilakukan secara berkelanjutan. Ia memastikan seluruh perangkat daerah hingga ASN akan dilibatkan untuk menjaga kebersihan kota secara rutin.

“Rutin. Melalui Pak Sekda, kami akan mengatensi sampai ke seluruh lapisan ASN. Kegiatan bersih-bersih kota tidak hanya di Abeli, tetapi di seluruh kecamatan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, tantangan terbesar Pemkot Kendari bukan hanya menata kota menjelang kunjungan tamu asing, melainkan memastikan perubahan itu benar-benar dirasakan warga setelah agenda internasional usai.

Penulis: Sumarlin

Visited 47 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow