KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Sulawesi Tenggara periode 2026–2027 menjadi momentum penguatan peran mahasiswa dalam mendorong kewirausahaan di lingkungan kampus. Kegiatan yang digelar Sabtu (28/3/2026) itu tidak sekadar seremoni, tetapi menegaskan arah gerakan mahasiswa sebagai pencipta lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Pengukuhan ditandai dengan pembacaan ikrar oleh Ketua Umum HIPMI PT Sultra, Warham, serta penyerahan bendera pataka kepada masing-masing ketua umum HIPMI PT dari empat kampus yang telah melalui proses seleksi dan kaderisasi.
Sebanyak 88 mahasiswa dari empat perguruan tinggi resmi dilantik, masing-masing berasal dari Universitas Halu Oleo sebanyak 39 orang, Universitas Muhammadiyah Kendari 23 orang, STIE 66 sebanyak 15 orang, serta Universitas Mandala Waluya sebanyak 11 orang.
Asisten III Pemerintah Kota Kendari, La Ode Manaz Salihin, yang mewakili Wali Kota Kendari menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menghadapi perubahan zaman yang kian dinamis. Menurutnya, generasi muda tidak lagi cukup hanya berorientasi sebagai pencari kerja.
“Mahasiswa harus mampu menjadi pencipta lapangan kerja. HIPMI PT ini diharapkan menjadi ruang lahirnya ide-ide bisnis yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan melalui berbagai program, mulai dari pelatihan hingga akses pembiayaan bagi generasi muda.
Hal senada disampaikan Sekretaris Umum BPD HIPMI Sulawesi Tenggara, Ayu Berliner Hugua. Ia melihat kampus sebagai ruang strategis untuk membangun mental kewirausahaan sejak dini, bukan sekadar tempat menimba ilmu akademik.
Menurutnya, kondisi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari konflik internasional hingga tekanan ekonomi, justru menuntut mahasiswa untuk lebih adaptif dan berani mengambil peluang.
“HIPMI PT harus menjadi wadah yang mendorong mahasiswa berani mengambil risiko, kreatif, dan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional bahkan global,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci menghadapi tantangan ke depan. Konsep “Unlimited Collaboration” yang diusung HIPMI dinilai menjadi fondasi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif, dengan melibatkan mahasiswa, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan.
Selain pelantikan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi berbagi pengalaman dari pelaku usaha, yang menjadi ruang diskusi terbuka bagi mahasiswa untuk menggali wawasan serta mencari arah dalam membangun usaha.
Dengan pelantikan ini, HIPMI PT Sulawesi Tenggara diharapkan tidak hanya menjadi organisasi kampus, tetapi mampu melahirkan pengusaha muda yang berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjawab tantangan tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi.
Penulis: Sumarlin


