KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Gema Bangsa) mulai menata langkah awal konsolidasi di daerah pascadeklarasi nasional yang digelar pada 17 Januari 2026 di Jakarta Convention Center. Salah satu fokus utama partai baru ini adalah memperkuat kapasitas organisasi dan kader melalui komunikasi dengan tokoh-tokoh politik daerah.
Di Sulawesi Tenggara, upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan pengurus DPW Gema Bangsa Sultra ke kediaman mantan Gubernur Sultra, Nur Alam. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan dialogis, dengan pembahasan seputar pengalaman membangun partai dan dinamika politik daerah, Sabtu (7/2/2026).
Ketua DPW Gema Bangsa Sultra, Aryo Wira Setiawan, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari proses belajar politik yang penting bagi partai baru. Menurutnya, pengalaman Nur Alam dalam membangun kekuatan politik di Sultra menjadi referensi berharga bagi Gema Bangsa.
“Kami datang untuk mendengar langsung pengalaman beliau. Bagaimana membangun struktur, mengelola kader, dan menjaga soliditas partai di daerah. Itu penting bagi kami yang sedang memulai,” ujar Aryo.
Ia menegaskan, Gema Bangsa Sultra saat ini masih berada pada tahap penguatan internal dan pengenalan partai kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya membuka ruang dialog dengan berbagai tokoh lintas latar belakang politik.
“Silaturahmi ini bagian dari proses membangun fondasi partai. Kami ingin menyerap banyak perspektif agar Gema Bangsa bisa tumbuh secara sehat di Sultra,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Nur Alam membagikan pandangannya mengenai faktor-faktor utama yang menentukan keberlangsungan partai politik di daerah. Ia menekankan pentingnya konsolidasi struktur dan kader, kekuatan figur yang dipercaya publik, serta kesiapan sumber daya pendukung.
“Partai tidak cukup hanya mengandalkan semangat. Harus ada kerja organisasi yang rapi dan berkelanjutan,” ujar Nur Alam.
Baik Gema Bangsa Sultra maupun Nur Alam menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas arah dukungan politik atau kerja sama elektoral. Fokus pembicaraan disebut lebih pada pertukaran gagasan dan pengalaman.
Partai Gema Bangsa sendiri dijadwalkan baru mengikuti kontestasi politik pada Pemilu 2029 dan 2031, setelah melewati tahapan verifikasi sebagai partai peserta pemilu. Hingga saat ini, konsolidasi internal dan penguatan jaringan daerah menjadi agenda utama partai berlambang biru-kuning tersebut.
Laporan: Novrizal R Topa



