KENDARI, MITRANUSANTRA.ID – Pemerintah Kota Kendari melaksanakan Safari Ramadan, kali ini dipusatkan di Masjid At Taqwa, Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Sekretaris Daerah Kota Kendari, jajaran kepala OPD, camat, lurah, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Safari Ramadan menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah dan warga, sekaligus ruang penyampaian program prioritas daerah di bulan suci. Wakil Wali Kota Sudirman mengajak seluruh jemaah menjadikan Ramadan sebagai bulan peningkatan iman dan takwa.
Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa sebagai sarana membentuk ketakwaan. Menurutnya, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang dapat merusak persaudaraan dan ketertiban.
“Ramadan adalah madrasah pembentukan karakter. Di sini kita belajar jujur, disiplin, dan amanah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas,” ujarnya di hadapan jemaah.
Sudirman mengajak masyarakat Bungkutoko untuk terus meramaikan masjid dengan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, serta memperbanyak sedekah dan zakat. Ia juga mengimbau warga menjaga suasana yang aman dan kondusif selama Ramadan.
Menurutnya, stabilitas daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Ramadan, kata dia, harus menjadi bulan penuh kedamaian.
Dalam kesempatan itu, Sudirman juga menyoroti program prioritas Pemkot Kendari, khususnya pengentasan stunting. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru, terdapat 462 anak di Kota Kendari yang terindikasi stunting.
“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup serta rutin memantau pertumbuhan anak melalui Posyandu. Para bapak diminta aktif mengingatkan keluarga untuk membawa anak ke layanan kesehatan secara berkala.
Pemkot Kendari, lanjutnya, menghidupkan kembali semangat Program Persaudaraan Madani sebagai gerakan gotong royong membantu keluarga kurang mampu. Para pejabat pun turut mengambil peran sebagai orang tua asuh bagi anak-anak terdampak stunting.
Wali Kota, kata Sudirman, mengambil 30 anak asuh, sementara dirinya 10 anak. Sekda dan para kepala OPD juga berbagi tanggung jawab, begitu pula camat.
“Alhamdulillah, dari pembagian itu, 462 anak sudah terakomodasi,” ujarnya.
Namun ia tetap meminta RT, RW, dan lurah aktif memantau warga agar tidak ada anak yang luput dari pendataan dan intervensi.
Selain itu, Sudirman menegaskan komitmen pemerintah membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Ia menyebut interaksi melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok menjadi salah satu sarana menyerap aspirasi masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya mekanisme pelaporan berjenjang. Warga diimbau menyampaikan usulan melalui RT, RW, LPM, hingga lurah sebelum ke tingkat kota, agar penanganan lebih terstruktur dan cepat.

Dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut, Pemkot Kendari melalui Baznas menyerahkan bantuan sebesar Rp3 juta kepada pengurus Masjid At Taqwa sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan operasional masjid.
Acara ditutup dengan salat Tarawih dan witir berjemaah, menandai komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman, kepedulian sosial, serta sinergi membangun Kota Kendari yang lebih sejahtera.
Penulis: Sumarlin


