RAHA, MITRANUSANTAR.ID– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal sektor pendidikan di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Senator dua periode tersebut berhasil menggolkan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan jumlah penerima manfaat mencapai ribuan peserta didik. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kabupaten Buton Selatan (Busel).
Putri Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae itu menegaskan bahwa PIP dan KIP merupakan instrumen penting negara untuk menjamin tidak ada anak yang putus sekolah akibat faktor ekonomi.
“Bantuan PIP dan KIP adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan anak-anak kita tetap bisa bersekolah dan meraih cita-cita mereka. Pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang harus kita jaga bersama,” ujar Rabia, Minggu (15/2/2026).
Anggota Komite III DPD RI itu berharap bantuan PIP dimanfaatkan secara tepat untuk kebutuhan pendidikan siswa, seperti pembelian perlengkapan sekolah, buku, seragam, maupun kebutuhan penunjang belajar lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Rabia mengajak pihak sekolah dan pemerintah desa untuk proaktif melakukan pendataan yang akurat.
“Saya meminta pihak sekolah untuk terus memperbarui data Dapodik (Data Pokok Pendidikan), sehingga setiap siswa kurang mampu dapat terakomodasi dalam sistem bantuan pemerintah. Jangan ada lagi anak yang harus putus sekolah di wilayah kita,” tegasnya.
Rabia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pemerataan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Sultra, baik di tingkat kabupaten maupun kota. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus belajar dan berprestasi.
Langkah proaktif tersebut dinilai semakin mendesak, terutama setelah publik dikejutkan dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Kasus seorang anak berusia 10 tahun yang diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi dan ketidakmampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup serta biaya pendidikan menjadi duka mendalam bagi dunia pendidikan Indonesia.
Peristiwa tragis itu menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi tidak hanya berdampak secara material, tetapi juga pada kondisi mental dan harapan anak-anak. Ketika pendidikan dipersepsikan sebagai beban biaya yang tak terjangkau, rasa putus asa dapat muncul dan berujung pada keputusan fatal.
“Kita tidak ingin mendengar anak-anak kita putus asa, apalagi sampai menyerah pada hidup hanya karena tidak punya biaya sekolah. Bantuan PIP dan KIP ini diharapkan menjadi solusi dan wujud komitmen negara agar tidak ada lagi kasus seperti ini terulang,” sambungnya.
Sementara itu, Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Wa Ode Rabia terhadap dunia pendidikan di Sultra. Menurutnya, PIP sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, serta menjadi motivasi tambahan bagi para siswa untuk terus bersekolah dan meningkatkan prestasi.
Sebagai informasi, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi terkait PIP, seperti panduan, peraturan, dan Surat Keputusan Pemberian PIP melalui laman resmi pip.kemdikbud.go.id.
Penulis : Baharuddin
Editor : Sumarlin



