RAHA, MITRANUSANTARA.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, menunjukkan komitmennya dalam mendorong percepatan pembangunan di kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Putri Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae itu memfasilitasi pertemuan dua kepala daerah di wilayah Kepulauan Buton dengan Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, Sabtu (14/2/2026).
Dua kepala daerah tersebut yakni Bupati Buton Selatan (Busel), Mohamad Adios dan Bupati Buton Tengah (Buteng), Azhari.
Wa Ode Rabia mengungkapkan, langkah yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas konstitusional sebagai anggota DPD RI untuk menjembatani aspirasi daerah agar dapat ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat.
Ia menyebutkan, daerah-daerah kepulauan, khususnya Kepulauan Buton, memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan kebijakan dan program nasional agar pembangunan dapat berjalan optimal dan merata.
“Kolaborasi ini tentu sangat penting agar potensi daerah, khususnya di Buton Tengah dan Buton Selatan, mendapatkan perhatian serius dari kementerian terkait. Kami ingin menyelaraskan program nasional Kementerian Perdagangan dengan kebutuhan riil masyarakat Sultra,” kata Rabia.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum strategis memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyelaraskan pelaksanaan program nasional, khususnya di bidang perdagangan dan penguatan ekonomi.
Sebagai anggota DPD RI Komite III, Rabia juga menegaskan kesiapannya untuk terus mengawal setiap usulan dan aspirasi yang telah disampaikan agar tidak berhenti pada tahap wacana, melainkan ditindaklanjuti secara konkret hingga membuahkan hasil nyata bagi daerah.
“Saya akan terus memantau sejauh mana progres dari aspirasi yang telah disampaikan Bupati Busel dan Buteng. Kita ingin masyarakat segera merasakan manfaatnya, baik dalam bentuk pembangunan infrastruktur perdagangan, peningkatan pelayanan, maupun penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Buton Selatan, Mohamad Adios memaparkan potensi pasar dan peluang ekspor komoditas unggulan daerah. Ia menyoroti keberadaan pasar sentral sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu ditata dan dikembangkan secara lebih modern, tertib, dan berdaya saing.
Menurutnya, pasar sentral tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan lokal, tetapi juga dapat menjadi simpul distribusi yang mendorong peningkatan nilai tambah produk serta memperluas jangkauan pemasaran hasil bumi dan produk UMKM Buton Selatan hingga pasar regional dan internasional.
“Melalui sinergi dengan kementerian terkait, kami berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur perdagangan, meningkatkan kualitas UMKM, serta memperluas akses pasar produk perikanan Buton Selatan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Adios.
Sementara itu, Bupati Buton Tengah, Azhari, menyampaikan apresiasi kepada Wa Ode Rabia atas fasilitasi pertemuan tersebut. Ia memaparkan rencana pengajuan revitalisasi Pasar Lombe di Bombanawulu, Kecamatan Gu.
Menurutnya, Pasar Lombe merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang strategis, namun membutuhkan penataan dan revitalisasi agar mampu meningkatkan daya saing, kenyamanan, serta kesejahteraan pedagang dan masyarakat sekitar.
“Kita berharap ada tambahan program dari Kementerian Perdagangan sehingga Pasar Lombe bisa segera berbenah,” pungkasnya.
Penulis : Baharuddin
Editor : Sumarlin



