Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program pemerintah, mulai dari pengendalian inflasi, pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengawasan pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tenggara (Sultra). Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah, Erwin Aksa, dalam Musprov  KADIN Sultra, Sabtu (14/2/2026).

Erwin menyampaikan, partisipasi masyarakat dan pelaku UMKM di Sultra sangat dibutuhkan dalam pembangunan dapur MBG. Program ini diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.

“Kita bersyukur ada dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengurus dan masyarakat di Sulawesi Tenggara, agar dapur MBG bisa terealisasi dan dibangun di berbagai daerah,” ujarnya.

Selain itu, Erwin juga menyoroti pentingnya hilirisasi nikel sebagai penggerak ekonomi daerah. Ia berharap kolaborasi antara investor dalam dan luar negeri dapat ditingkatkan, khususnya dalam kepemilikan smelter nikel oleh pelaku usaha nasional.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam di Sultra harus dilakukan secara bertanggung jawab. Ia mengingatkan agar aktivitas pertambangan tidak menimbulkan dampak sosial seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain.

Baca Juga  Jika Terpilih, ASR-HUGUA Janjikan Regulasi Pro Rakyat

“Kadin bersama pemerintah harus mengawasi pelaku tambang yang tidak sesuai aturan. Kita berharap harga nikel membaik dan masyarakat semakin sejahtera,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Kadin Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, menegaskan komitmen organisasinya dalam membantu pemerintah menekan inflasi, terutama di daerah yang mengalami lonjakan harga. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah gerakan pangan murah.

“Kami siap mendukung program kerja Gubernur Sultra, termasuk pembangunan dapur MBG dan distribusi sembako untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Anton.

Untuk periode kepengurusan ke depan, Anton mengaku masih memiliki sejumlah agenda yang belum tuntas. Salah satunya mendorong penggunaan aspal Buton agar menjadi proyek strategi nasional. Ia menyebut, pengembangan industri aspal Buton telah mendapat dukungan pendanaan sebesar Rp1,49 triliun dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

Selain itu, Kadin Sultra juga menyambut positif hadirnya pelabuhan yang melayani ekspor langsung ke luar negeri. Pengiriman batok kelapa ke China menjadi salah satu langkah awal, dan sejumlah komoditas lain akan segera menyusul.

Baca Juga  Ratusan Warga di Kendari Terima Daging Kurban Kadin Sultra

“Kualitas produk harus kita tingkatkan agar memenuhi standar internasional. Ekspor langsung ini menjadi poin penting bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara dunia usaha dan pemerintah, Kadin optimistis stabilitas ekonomi daerah dapat terjaga sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis: Sumarlin

Visited 5 times, 5 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow