KENDARI, MITRANUSANTARA. ID – Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari menunjukkan aksi nyata dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Baznas turut menyukseskan Gerakan Pangan Murah yang digelar Senin (9/2/2026).
Ketua Baznas Kota Kendari, Amri Natsir, mengungkapkan bahwa partisipasi ini merupakan kali kedua pihaknya terlibat dalam agenda pasar murah pemerintah setempat. Fokus utamanya adalah memastikan kebutuhan pokok, khususnya beras, dapat dijangkau oleh warga prasejahtera.
Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah subsidi besar-besaran untuk komoditas beras. Melalui dukungan Baznas, masyarakat kini tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mendapatkan bahan pokok tersebut.
“Alhamdulillah, Baznas ikut terlibat memberikan subsidi untuk beras murah. Masyarakat bisa mendapatkan satu sak beras hanya dengan membayar Rp50.000. Ini bentuk kepedulian kami agar warga bisa tenang menghadapi Ramadan,” kata Amri Natsir.
Tak hanya subsidi pangan, Baznas Kota Kendari juga menyerahkan bantuan tunai kepada warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Tercatat sebanyak 100 orang menerima santunan masing-masing sebesar Rp400.000.
Amri berharap, bantuan uang tunai tersebut segera dimanfaatkan untuk berbelanja kebutuhan di pasar murah tersebut.
“Harapan kami, mereka bisa membeli bahan pokok yang tersedia di sini, terutama beras, mengingat Ramadan tinggal beberapa hari lagi,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi. Usai menerima santunan, sejumlah warga terlihat langsung menuju stand-stand pangan untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Selain urusan bantuan sosial, kegiatan ini juga menjadi panggung bagi para pelaku usaha kecil. Baznas menghadirkan sejumlah UMKM binaan yang menjajakan berbagai produk unggulan.
“Saya lihat usaha-usaha binaan Baznas sangat laris dan banyak penggemarnya. Ini membuktikan bahwa pendampingan yang kami lakukan membuahkan hasil secara ekonomi bagi para mustahik,” jelas Amri dengan nada optimis.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan di Kota Kendari sekaligus menjadi jaring pengaman sosial bagi warga yang paling membutuhkan di tengah kenaikan harga menjelang bulan puasa.
Penulis: Sumarlin



