KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menerbitkan daftar persetujuan calon Ketua DPC Partai Hanura kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara. Persetujuan tersebut tertuang dalam lampiran surat DPP Hanura Nomor A/049/DPP-HANURA/II/2026 tertanggal 3 Februari 2026 yang ditandatangani Wakil Ketua Umum OKK, Akhmad Muqowam, dan Sekretaris Jenderal, Benny Rhamdani, disertai cap resmi partai.
Dalam surat tersebut, DPP Hanura menetapkan 15 nama calon Ketua DPC di seluruh kabupaten/kota di Sultra. Mereka adalah Iman Munandar (Kota Kendari), Noor Gemilang Siradja (Kota Baubau), Suwarsih Aras, (Kolaka), Nurmantasia (Konawe Selatan), Samir (Konawe Utara), Abdul Halim (Konawe Kepulauan), La Saemuna (Muna), Sarman (Muna Barat), LM. Sumarlin (Buton), Aliadi (Buton Selatan), Djoysman S (Buton Tengah), Ua Rahman (Buton Utara), Ali Kamar Halim (Wakatobi), dan Zukri (Kolaka Timur).
Para calon Ketua DPC tersebut sekaligus ditetapkan sebagai Ketua Formatur yang diberi mandat membentuk kepengurusan di wilayah masing-masing. Struktur kepengurusan DPC nantinya minimal berjumlah 35 orang dengan keterwakilan perempuan sedikitnya 30 persen.
Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Tenggara, Fajar Ishak, menyatakan bahwa penetapan ini menjadi langkah awal memperkuat konsolidasi partai hingga tingkat bawah. Ia menegaskan, target besar Hanura di Sultra adalah menjadikan wilayah ini sebagai lumbung suara partai pada Pemilu mendatang.
“Target mewujudkan Sulawesi Tenggara sebagai lumbung suara Partai Hanura didasari alasan bahwa selama ini Hanura tetap eksis tanpa bersandar pada kekuatan besar di belakangnya. Hanura di Sultra berdiri dari kader-kader dan tokoh lokal yang memang digandrungi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fajar, loyalitas simpatisan Hanura di Sultra terjaga sejak partai berdiri hingga kini. Hal ini tercermin dari perolehan suara yang dinilai stabil pada beberapa pemilu terakhir. Ia optimistis, dengan bergabungnya sejumlah tokoh besar dan tokoh muda di Sultra, kekuatan Hanura akan semakin solid.
Ia juga menekankan bahwa seluruh calon Ketua DPC telah melalui proses fit and proper test sehingga dinilai memiliki kapasitas, kepatutan, dan kelayakan memimpin partai di daerahnya.
“Mereka diharapkan mampu menerjemahkan tagline Hanura, ‘Mewujudkan Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera’. Artinya, kalau daerah berdaya maka Indonesia akan sejahtera,” jelasnya.
Fajar menargetkan, dengan penguatan struktur hingga kecamatan dan desa/kelurahan, setiap daerah pemilihan di Sultra minimal dapat terisi satu kursi DPRD, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
“Dengan leader yang kuat di kabupaten/kota dan struktur yang rapi sampai bawah, kami yakin satu dapil satu kursi bisa tercapai. Dengan begitu, Sulawesi Tenggara benar-benar menjadi lumbung Partai Hanura,” tegasnya.
Tak hanya itu, Hanura Sultra juga memasang target jangka panjang. Pada Pemilu 2029, partai ini menargetkan satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara. Sementara pada 2031, ditargetkan satu kursi di setiap dapil untuk DPRD kabupaten/kota maupun provinsi.
Optimisme tersebut, kata Fajar, didukung dengan bergabungnya sejumlah tokoh potensial yang siap memperkuat barisan Hanura menghadapi kontestasi politik mendatang.
Penulis: Sumarlin



