Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari memulai langkah konkret membersihkan bangkai kapal yang selama ini memenuhi pesisir Teluk Kendari. Aksi perdana dilakukan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Papalimba, Kecamatan Abeli, Selasa (3/2/2026), ditandai dengan pembongkaran sebuah kapal fiber oleh Sekda Kota Kendari Amir Hasan menggunakan palu.

Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya program pembersihan menyeluruh terhadap kapal-kapal terbengkalai yang dinilai mengganggu estetika kawasan pesisir, aktivitas nelayan, serta mempercepat pendangkalan teluk.

Sekda Amir Hasan menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi seremonial, melainkan bagian dari agenda besar penyelamatan Teluk Kendari sebagai ikon kota.

Menurutnya, penyelamatan Teluk Kendari menjadi penting karena kawasan ini menerima aliran dari 13 sungai yang bermuara di teluk. Dalam beberapa tahun terakhir, pendangkalan disebut meningkat signifikan.

“Kalau bukan kita yang mulai hari ini, anak cucu kita nanti hanya akan dengar cerita bahwa Teluk Kendari itu pernah ada,” katanya.

Selain alasan lingkungan, kawasan Papalimba juga disiapkan sebagai titik strategis kegiatan pariwisata bahari. Sekda menyinggung keberadaan kapal Phinisi yang telah berlabuh di Teluk Kendari sebagai potensi wisata baru, sehingga kawasan pesisir perlu dibenahi.

Baca Juga  Pj Wali Kota Cek Persiapan PSU di Kendari

Ia menyebut, pembongkaran bangkai kapal ini sekaligus mendukung tiga agenda besar: persiapan HUT ke-195 Kota Kendari, pelaksanaan APEKSI Regional di Kendari, serta rencana agenda berskala internasional UCLG pada Mei mendatang.

“Oleh karena itu, kegiatan ini kita pusatkan di Papalimba karena di sinilah nanti pusat kegiatan. Target kita sebelum 3 Mei sudah bersih,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Perikanan Kota Kendari menjadi leading sector. OPD lain dan unsur Forkopimda dilibatkan untuk mempercepat proses pembongkaran yang ditargetkan berlangsung selama satu bulan.

Sekda juga menekankan dua aturan utama dalam pembongkaran, yakni tidak boleh dibakar dan tidak boleh ditenggelamkan. Bahkan, Pemkot menyiapkan sayembara bagi OPD yang paling cepat menyelesaikan pembongkaran kapal.

Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Makmur, menjelaskan hasil pendataan menemukan 30 unit bangkai kapal tersebar di delapan kelurahan sekitar Teluk Kendari. Dari jumlah itu, 18 unit akan dibongkar pemerintah, dua unit dibongkar mandiri oleh pemilik, delapan unit diperbaiki, dan dua unit masih dalam proses identifikasi.

Baca Juga  152 korban Kebakaran di TPA Puuwatu Membutuhkan Pakaian

“Identifikasi sudah kami lakukan menyeluruh, termasuk memastikan status kepemilikan dan kesediaan pemilik kapal. Tidak ada pembongkaran sepihak,” jelas Makmur.

Ia merinci, kapal-kapal tersebut tersebar di Kelurahan Lapulu, Puday, Petoha, Talia, Benu-Benua, Punggaloba, Tipulu, dan Sanua. Para pemilik kapal yang masuk daftar pembongkaran telah menandatangani surat pernyataan bermaterai sebagai bentuk persetujuan.

Pembersihan ini ditargetkan rampung sebelum 3 Mei 2026, bertepatan dengan agenda Wisata Pungut Sampah dan kunjungan tamu dari luar daerah yang dijadwalkan pada 6 Mei.

Dengan dimulainya pembongkaran di Papalimba, Pemkot Kendari berharap wajah pesisir Teluk Kendari perlahan kembali tertata, tidak hanya sebagai ikon kota, tetapi juga sebagai ruang publik dan destinasi wisata bahari yang layak dibanggakan.

Penulis: Sumarlin

Visited 29 times, 29 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow