KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, menerima audiensi PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026). Pertemuan ini membahas rencana konkret kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan persiapan kerja bagi masyarakat Kota Kendari.
Branch Manager PT PKSS, Fani Syahrial Romdhoni, menjelaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan membangun sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam menyiapkan tenaga kerja yang benar-benar siap pakai. Menurutnya, lulusan pendidikan formal kerap belum sepenuhnya siap menghadapi kebutuhan dunia kerja, sehingga diperlukan pelatihan tambahan yang terstruktur.
“Kami ingin membangun sinergi dalam pengembangan SDM untuk masyarakat umum. Harapannya, setelah mengikuti edukasi dan pelatihan, masyarakat sudah siap masuk dunia kerja. Ini sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi angka pengangguran,” ujar Fani.
Ia mengungkapkan, program pengembangan SDM yang diinisiasi PKSS sebenarnya telah berjalan sejak 2016, namun masih terbatas skalanya. Pada 2026, program ini dirancang lebih masif dengan target 1.200 peserta per tahun, khusus diprioritaskan bagi warga Kota Kendari. Pelatihan akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan dan diakhiri dengan sertifikasi keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Kerja sama ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain Pemerintah Kota Kendari, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sinergi Bersama Sultra, PT KSS, serta mitra perusahaan lainnya. Fokus utamanya adalah peningkatan kompetensi warga lokal agar memiliki daya saing dan peluang serapan kerja yang lebih besar.
Wali Kota Kendari menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai program pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja merupakan langkah penting untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
“Pemerintah Kota Kendari menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah nyata peningkatan keterampilan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja,” kata Siska Karina Imran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Kendari, Dr. Farida, menambahkan bahwa pelatihan dirancang dengan kapasitas sekitar 100 peserta per bulan. Jika berjalan optimal, target tahunan sebanyak 1.200 orang dinilai realistis. Peserta yang telah mengikuti pelatihan akan diarahkan ke perusahaan mitra, sehingga sertifikat yang diperoleh tidak berhenti sebagai formalitas.
“Ketika mereka selesai pelatihan, mereka sudah memiliki sertifikat keterampilan dan peluang untuk langsung terserap ke lapangan kerja,” jelas Farida.
Meski demikian, Farida mengakui program ini masih dalam tahap persiapan, termasuk penyusunan nota kesepahaman dan sinkronisasi program antar pihak. Ia memastikan pemerintah daerah tidak ingin sekadar mengejar angka pelatihan, tetapi juga memastikan hasilnya berdampak nyata terhadap penurunan pengangguran.
Menurut Farida, Wali Kota Kendari memberikan respons sangat positif terhadap rencana kerja sama ini karena dinilai sebagai salah satu solusi konkret menghadapi persoalan pengangguran yang masih menjadi tantangan di Kota Kendari.
Penulis: Sumarlin



