KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Strategis yang digelar, Rabu (29/10/2025). Rapat ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah, distributor, pengusaha UMKM, dan lembaga pangan agar Kota Kendari semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan warganya.
Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran menegaskan bahwa keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pengusaha UMKM, distributor, hingga masyarakat, menjadi kunci utama agar pasokan dan harga pangan tetap stabil di tengah dinamika ekonomi nasional.
“Kita patut bersyukur, inflasi Kota Kendari saat ini sangat terkendali di angka 2,99 persen. Ini bukti kerja sama yang baik antara pemerintah dan semua pihak. Tapi kita tidak boleh lengah. Deflasi juga berbahaya karena menandakan lemahnya daya beli masyarakat,” ungkap Wali Kota.
Ia mengajak seluruh pengusaha untuk memperkuat komitmen dalam menjaga rantai pasok pangan lokal. Menurutnya, masih banyak potensi yang belum dimaksimalkan, seperti lahan pertanian di Baruga dan Amohalo yang cukup luas dan produktif. Bahkan, Pemkot Kendari menargetkan dapat meningkatkan intensitas panen dari dua kali menjadi tiga kali setahun.
“Selama ini kita masih tergantung pada pasokan dari luar daerah, padahal kita punya sumber daya yang bisa dioptimalkan. Misalnya telur, yang selama ini banyak datang dari Sidrap. Kalau kita membuka peternakan di sini, tentu lebih efisien dan bisa menekan biaya distribusi,” ujarnya.
Wali Kota juga membeberkan rencana pemerintah untuk mengembangkan urban farming atau kebun perkotaan mulai 2026. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Jika setiap pihak mau bergerak, saya yakin Kendari bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada daerah lain,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menegaskan bahwa rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antarinstansi dan sektor terkait dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan.
“Pangan adalah kebutuhan dasar yang harus tersedia dan terjangkau secara berkelanjutan. Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat kita ingin memastikan pasokan tetap aman dan harga stabil di Kota Kendari,” jelasnya.
Rapat yang dihadiri perwakilan Bulog, Polresta, Kejaksaan, dan BPS ini menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi dalam pengawasan distribusi pangan serta memperluas keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok.
Penulis: Sumarlin



