KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui program Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, secara resmi meluncurkan penyaluran bantuan beras untuk warga di Kecamatan Kendari Barat. Peluncuran berlangsung di Kelurahan Watu-watu, Selasa (15/7/2025), dan menjadi simbol dimulainya distribusi bantuan untuk seluruh warga Kota Kendari.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menyebutkan bahwa sebanyak 2.629 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Kendari Barat akan menerima bantuan pangan CBP ini. Setiap KPM akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan, selama dua bulan, yakni Juni dan Juli 2025.
“Ini adalah bantuan dari pemerintah untuk membantu masyarakat di Kecamatan Kendari Barat dimana sekarang kita sedang menghadapi kenaikan harga beras, sekarang harga beras Rp 770 ribu hingga Rp 800 ribu per karung,” ungkapnya.

Wali kota berharap, bantuan ini tidak hanya mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga masyarakat, tetapi juga menjadi upaya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi di daerah. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang-buang makanan, serta mulai membiasakan pola konsumsi pangan yang hemat dan bijak.
Dalam arahannya, Wali kota juga mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk urban farming. Ia mengajak warga, khususnya ibu rumah tangga, untuk menanam sayur-sayuran, cabai, tomat, dan tanaman pangan lainnya guna memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri.
“Memanfaatkan pekarangan bukan hanya membantu menghemat pengeluaran, tapi juga mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf. Dia menjelaskan bahwa total 17.676 KPM di Kota Kendari akan menerima bantuan serupa. Penyaluran dilakukan di 11 kecamatan secara bertahap dan ditargetkan selesai dalam waktu maksimal 10 hari.

“Bantuan CBP ini merupakan komitmen dari pemerintah pusat dalam menjamin ketersediaan pangan masyarakat, terutama mereka yang tergolong miskin. Selain itu, program ini juga bertujuan menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi,” jelas Abdul Rauf.
Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan telah dirancang seefisien mungkin agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan penumpukan penerima di satu titik distribusi. Menurutnya, data penerima telah diverifikasi oleh instansi terkait bekerja sama dengan aparat kelurahan dan RT/RW setempat.
Penyaluran bantuan ini juga akan diawasi langsung oleh tim Dinas Ketahanan Pangan dan aparat kecamatan agar berjalan lancar dan sesuai target.

Melalui program CBP ini, Pemerintah Kota Kendari menegaskan bahwa negara hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi tekanan ekonomi. Diharapkan bantuan ini dapat menjadi solusi sementara sambil pemerintah terus berupaya menstabilkan harga kebutuhan pokok dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Setelah peluncuran di Kendari Barat, bantuan pangan serupa juga akan segera disalurkan di kecamatan-kecamatan lainnya, termasuk Kecamatan Kendari, yang memiliki 2.295 KPM. Berikut rincian jumlah penerima di masing-masing kecamatan:
Berikut jumlah penerima bantuan berdasarkan Kecamatan. Kecamatan Kendari sebanyak 2.295 KPM, Kecamatan Kendari Barat 2.629 KPM, Kecamatan Mandonga 1.730 KPM, Kecamatan Puuwatu 2.232 KPM, Kecamatan Kadia 1.086 KPM, Kecamatan Wua-wua 1.553 KPM, Kecamatan Baruga 947 KPM, Kecamatan Kambu 698 KPM, Kecamatan Poasia 1.167 KPM, Kecamatan Abeli 1.945 KPM, dan Kecamatan Nambo 1.394 KPM. (ADV)
Penulis: Sumarlin