Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Masjid Al-Hafizh di Kelurahan Kambu, Kota Kendari,  diresmikan Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Jumat (23/10/2026).

Masjid dua lantai yang dibangun dengan konsep wakaf produktif ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki sumber pendapatan mandiri untuk mendukung kemakmurannya.

Peresmian diawali dengan pelaksanaan salat Jumat bersama jemaah dan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kendari, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Lurah Kambu, serta Pembina Yayasan Sahabat Muadz Indonesia, Zenzen Zainal Mursalin.

Wakil Wali Kota Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Sahabat Muadz Indonesia, para dermawan, panitia pembangunan, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam menghadirkan Masjid Al-Hafizh.

Menurutnya, pembangunan masjid menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kehidupan spiritual masyarakat. Kemajuan Kota Kendari, kata dia, tidak cukup hanya ditopang pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga perlu diiringi pembentukan karakter, moral, dan akhlak masyarakat.

“Pembangunan fisik dan infrastruktur kota tidak akan lengkap tanpa disertai pembangunan mental, spiritual, dan karakter masyarakatnya,” ujar Sudirman.

Baca Juga  DPRD Gelar Paripurna Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari Terpilih

Ia berharap Masjid Al-Hafizh dapat berkembang menjadi pusat pembinaan umat, syiar Islam, serta pendidikan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an. Selain sebagai tempat salat, masjid juga diharapkan menjadi ruang mempererat silaturahmi, menggerakkan kegiatan sosial, dan memberdayakan masyarakat.

Sudirman juga mengingatkan bahwa peresmian bukanlah akhir dari proses pembangunan masjid. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama memakmurkan masjid melalui kegiatan ibadah dan program keagamaan yang berkelanjutan.

“Jangan biarkan masjid ini indah secara fisik, tetapi sepi dari jemaah dan aktivitas keagamaan,” tegasnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Sahabat Muadz Indonesia, Zezen Zaenal Mursalin, menjelaskan bahwa Masjid Al-Hafizh dirancang dengan fasilitas yang mendukung aktivitas ibadah sekaligus kemandirian ekonomi.

Bangunan dua lantai tersebut memiliki fungsi berbeda. Lantai pertama dimanfaatkan sebagai tempat usaha, sedangkan lantai kedua digunakan sebagai ruang utama masjid. Tersedia pula fasilitas khusus bagi jemaah perempuan untuk salat dan mengikuti kajian, serta fasilitas wudu dan toilet.

Menurut Zenzen, unit usaha di lantai pertama merupakan bagian dari konsep *wakaf produktif*. Keuntungan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat digunakan kembali untuk membiayai kebutuhan operasional dan kegiatan masjid.

Baca Juga  Pemkot Kendari Catat 2.318 Panggilan ke Call Center 112 Selama Juni

Dengan konsep tersebut, masjid diharapkan tidak terus-menerus bergantung pada sumbangan masyarakat, melainkan mampu membangun sumber pendanaan yang berkelanjutan.

“Fasilitas usaha tersebut disiapkan sebagai bagian dari konsep wakaf center. Hasil usaha diharapkan dapat digunakan kembali untuk membiayai kebutuhan dan memakmurkan masjid, sehingga pengelolaannya tidak terus bergantung pada sumbangan masyarakat,” jelasnya, usai peresmian.

Zenzen menyebut pembangunan masjid tersebut berasal dari wakaf seorang dermawan, Haji La Isa.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Wali Kota Kendari, dilanjutkan peninjauan bangunan masjid.

Kehadiran Masjid Al-Hafizh diharapkan menjadi contoh pengelolaan rumah ibadah yang tidak hanya memperkuat kehidupan spiritual, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi demi keberlangsungan pelayanan kepada jemaah dan masyarakat.

Penulis: Sumarlin

Visited 3 times, 3 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow