Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, meninjau sejumlah inovasi hasil pengembangan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO), Jumat (16/10/2026).

Dua produk yang menarik perhatiannya adalah wadah makanan berbahan alami atau bioplastik serta olahan cokelat dengan campuran gula merah dan rumput laut.

Dalam kunjungan bersama jajaran Pemerintah Kota Kendari itu, Siska melihat langsung inovasi wadah dan lembaran pembungkus makanan yang dibuat menggunakan bahan baku botanikal, di antaranya air kelapa dan air batang pisang.

Menurut Siska, inovasi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Ia menyebut produk bioplastik tersebut telah melalui pengujian terkait keamanan dan komposisinya. Produk itu juga disebut bebas BPA (*BPA-free*), sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif wadah makanan yang lebih ramah lingkungan.

“Ini inovasi yang sangat menarik. Sesuai dengan kebutuhan kita saat ini, bukan hanya kebutuhan Kota Kendari, tetapi juga kebutuhan global,” kata Siska saat meninjau produk tersebut.

Baca Juga  Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kendari Siap Beroperasi, 206 Siswa siap Ikuti MPLS

Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, akan melihat peluang pengembangan lebih lanjut agar inovasi dari lingkungan kampus itu dapat menjadi produk unggulan daerah. Pengembangan tersebut diharapkan mencakup kesiapan produksi, perizinan, sertifikasi, hingga promosi kepada masyarakat.

Dalam pembahasan di laboratorium, muncul pula gagasan untuk mendorong kolaborasi produksi dan pemasaran, termasuk melibatkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Siska juga melihat potensi dukungan tenaga dari pihak laboratorium untuk membantu pengembangan produk bioplastik.

Selain bioplastik, Siska mencicipi produk cokelat yang dikembangkan di laboratorium yang sama. Olahan tersebut menggunakan bahan cokelat dari Sulawesi Tenggara, dipadukan dengan gula merah dan rumput laut sebagai bahan tambahan.

Menurutnya, inovasi pangan berbasis bahan lokal seperti ini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila didukung pengolahan, pengemasan, perizinan, dan pemasaran yang tepat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat potensi inovasi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Pemkot Kendari berharap hasil riset kampus tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat berlanjut ke tahap produksi dan menjangkau masyarakat.

Baca Juga  Ambil Langkah Tegas Pemkot Kendari Putuskan Aliran Listrik Lapak PKL di Area Eks-MTQ

Siska berharap pengembangan kedua produk itu dapat segera ditindaklanjuti sehingga inovasi berbasis potensi lokal Sulawesi Tenggara memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi usaha sekaligus memperkuat produk unggulan daerah.

Penulis: Sumarlin

Visited 163 times, 163 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow