KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Kepemilikan rumah layak dan terjangkau menjadi perhatian Pemerintah Kota Kendari. Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, menyambut baik program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang disiapkan Bank Sultra untuk membuka peluang bagi aparatur sipil negara (ASN) memiliki hunian sendiri.
Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Siska saat menghadiri sosialisasi program perumahan KPR FLPP Sultra Sejahtera di Aula Teporombua, Balai Kota Kendari, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 ASN Pemkot Kendari dan melibatkan 12 pengembang perumahan.
Siska menilai program pembiayaan perumahan ini menjadi peluang bagi ASN yang belum memiliki rumah untuk mendapatkan hunian sesuai kemampuan finansial. Terlebih, rumah merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam membangun kehidupan keluarga dan mempersiapkan masa depan.
“Kita semua memahami bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar kita. Rumah bukan sekadar tempat untuk berteduh, tetapi juga tempat membangun kehidupan, membesarkan anak, dan mempersiapkan masa depan kita yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menyebut Pemkot Kendari memiliki 10.505 ASN. Namun, pemerintah belum memiliki data pasti mengenai jumlah pegawai yang belum mempunyai rumah. Karena itu, sosialisasi KPR FLPP diharapkan dapat membantu membuka akses informasi dan pembiayaan bagi aparatur yang membutuhkan serta memenuhi persyaratan.
Dalam kegiatan tersebut, Siska mendapat informasi bahwa skema KPR FLPP menawarkan suku bunga 5 persen. Estimasi cicilan yang disampaikan berada di kisaran Rp750 ribu per bulan, bergantung pada skema dan ketentuan pembiayaan yang berlaku.
Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan dengan baik oleh para ASN. Ia juga meminta penyelenggara memberikan penjelasan secara terbuka mengenai persyaratan, mekanisme pengajuan, skema pembiayaan, serta hak dan kewajiban calon penerima fasilitas.
“Kita ingin agar kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi semata, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan memenuhi persyaratan,” katanya.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa bank daerah tersebut telah memperoleh kuota awal 100 unit rumah dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Bank Sultra menargetkan kuota itu dapat terserap dalam waktu dekat, dengan ASN dan pegawai pemerintah menjadi salah satu sasaran potensial.
Selain pembiayaan bagi pembeli rumah, Bank Sultra juga memperkenalkan peluang kredit bagi pelaku usaha dalam ekosistem perumahan, termasuk pengembang dan toko bahan bangunan.
Di sisi lain, Siska mengingatkan para pengembang agar memastikan seluruh proses administrasi dan perizinan berjalan sesuai peraturan perundang-undangan. Menurutnya, upaya memperluas kepemilikan rumah harus disertai kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Ia berharap sinergi pemerintah daerah, Bank Sultra, BP Tapera, dan pengembang mampu menghadirkan akses hunian yang tepat sasaran. Program tersebut sekaligus diharapkan mendukung visi Kendari sebagai kota layak huni, dengan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki rumah sendiri.
Penulis: Sumarlin










